PENYUTRADARAAN FILM FIKSI “BASA-BASI” DENGAN GAYA LAISSEZ FAIRE
Karya Tugas Akhir film ini berjudul Basa-basi. Film ini memuat tentang kehidupan sosial budaya yang ada dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sebuah unggah-ungguh yang dilakukan masyarakat terutama orang Jawa, yang masih diterapkan hingga sekarang. Penyutradaraan yang digunakan dalam produksi film ini menggunakan gaya Laissez Faire. Penyutradaraan gaya Laissez Faire ini merupakan teknik penyutradaraan dengan cara demokrartis, dimana sutradara membebaskan crew dan cast untuk berimprovisasi. Penggunaan gaya ini bertujuan untuk membebaskan crew dan cast untuk tidak bergantung dengan sutradara, melainkan bisa memberikan tenaga dan ilmunya dengan cara berimprovisasi dan pengembangan diri. Karya ini dikemas dalam durasi 15 menit sudah termasuk bumper dan credit tittle. Film “Basa-basi” ini memiliki pesan terhadapa budaya yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai sutradara setelah mengaplikasikan penytradaraan gaya Laissez Faire diharapkan filmtersebut akan menjadisebuah totonanyang mengibur dan berkesinambungandalamalur ceriteranya.
Kata Kunci: Film, Sutradara, Laissez Faire, Basa-basi.
Detail Information
Citation
Rino Risang Anom. (2019).
PENYUTRADARAAN FILM FIKSI “BASA-BASI” DENGAN GAYA LAISSEZ FAIRE(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama
Rino Risang Anom.
PENYUTRADARAAN FILM FIKSI “BASA-BASI” DENGAN GAYA LAISSEZ FAIRE(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2019.Tugas Akhir
Rino Risang Anom.
PENYUTRADARAAN FILM FIKSI “BASA-BASI” DENGAN GAYA LAISSEZ FAIRE(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2019.Tugas Akhir
Rino Risang Anom.
PENYUTRADARAAN FILM FIKSI “BASA-BASI” DENGAN GAYA LAISSEZ FAIRE(Publish).Yogyakarta:Akademi Komunikasi Radya Binatama,2019.Tugas Akhir